Moms Cemas Memakai Gendongan Bayi? Aman, Kok, Jika Mengikuti 5 Tips Ini

Hai Moms, akhir pekan ini punya rencana untukĀ liburanĀ ke luar kota? Tentunya, moms akan merasa kesulitan membawa bayi yang belum berusia 1 tahun untuk berjalan-jalan ke sana kemari. SedangkanĀ stroller,Ā akan memenuhi ruangan saja dan ribet pemakaiannya.Ā Nah,Ā gendongan bayi menjadi pilihan yang tepat untuk membawa bayi kecil ke berbagai tempat. Mau memakai gendongan bayi? Moms bisa memilih yang aman dengan 5 tips ini.

Mengapa moms memerlukan gendongan bayi?

gendongan bayi mobymoby
gendongan bayi momaz

Untuk bayi yang jarang keluar rumah atau lingkungannya, tentunya pergi ke tempat baru adalah hal yang tidak nyaman. Itu sebabnya, bayi akan rewel dan terlihat bingung. MenurutĀ Certified Babywearing Consultant from School of Babywearing UK sekaligus Presiden Nusantara Menggendong, Wiena Pratasik, gendongan bayi dapat mengurangi tingkat kerewelan bayi ketika berada di lingkungan baru.

Mengapa bisa demikian? Menggendong bayi membuat moms harus berada terus di dekat si kecil. Bahkan, dalam posisi mendekapnya. “Posisi bayi dekat dengan dada ibu. Dia bisa mendengar detak jantung ibu yang katanya menenangkan,” tambah Wiena Pratasik. Itu sebabnya, si kecil jadi lebih tenang ketika moms gendong.

“Kebiasaan menggendong bayi juga bisa meningkatkanĀ trustĀ antara moms dan bayi.Ā Ā Hal ini tentunya akan baik untuk perkembangan emosional si kecil. Dia akan lebih mandiri, percaya diri, dan berani untuk mencoba hal baru ketika lebih besar nanti,” jelas Wiena Pratasik.

 

Ternyata, memilih gendongan bayi tidak semudah yang di pikirkan, lho moms. “Aku belajar soal gendongan juga awalnya karena pengalaman kesulitan mencari gendongan bayi yang tepat. Bahkan, sampai mencoba 5-6 jenis gendongan yang berbeda,ā€ Untuk mempermudah moms, ini beberapa tips yang bisa di lakukan ketika memilih gendongan bayi untuk si kecil :

 

  1. Pilihlah gendongan sesuai usia dan berat tubuhnya

Moms perlu tahu tak semua gendongan bayi bisa di gunakan bayi baru lahir atau new born. Ada batasan usia dan berat tubuh yang harus di perhatikan moms ketika membeli gendongan bayi. Misalnya, gendongan woven wrap dan kain jarikĀ Ā bayi baru lahir hingga bayi seberat 14 kg. Sedangkan gendongan jenis Soft Structures Carrier (SSC) sebaiknya digunakan bayi yang sudah dapat duduk.

 

Bila moms asal membelinya, bisa-bisa moms memaksa bayi untuk duduk padahal belum waktunya. Ini justru dapat membahayakan perkembangan tulang bayi, lho. Selain itu, berat bayi juga harus jadi bahan pertimbangan. Jika ibu menggunakan gendongan yang tak mampu menahan berat tubuhnya, di khawatirkan si kecil bisa terjatuh karena gendongan tersebut robek. Bagian leher dan punggung ibu pun akan terasa nyeri karena berat bayi bertumpu di area tersebut.

 

“Terkadang, produk gendongan bayi memberi keterangan kalau bisa di gunakan bayi baru lahir. Namun, sebenarnya ibu harus mengecek lagi kemampuan mengangkut bobotnya. Umumnya, berat minumum bayi yang di gendong sekitar 3 kg. Jika bayi baru lahir ibu belum mencapai bobot tersebut, sebaiknya tidak memaksa untuk di gendong. Ini di khawatirkan gendongan tersebut tidak cukup aman di gunakan si kecil.

 

  1. Ketahui dulu lama waktu ibu akan menggunakan gendongan bayi

Sebenarnya, moms menginginkan gendongan bayi yang bisa di gunakan bayi selama belum bisa berjalan. Untuk itu, moms memerlukan gendongan yang dapat di modfikasi bentuknya dengan mudah. Bahkan, bisa disesuaikan dengan usia dan berat tubuh si kecil. Misalnya, gendongan baby wrap. Gendongan yang bentuknya mirip kain panjang ini bisa di gunakan dengan berbagai macam posisi.

 

Mulai dari posisi menggendong samping hingga menggendong di depan seperti gendongan SSC. Bila ibu ingin gendongan yang di beli bisa dipakai sepanjang tahun pertama si kecil, ini adalah jenis yang tepat. Selain gendongan baby wrap, gendongan kaos juga dapat di gunakan dalam waktu yang lama, lho. Namun, ada baiknya ibu membeli yang ukurannya lebih besar untuk antisipasi si kecil tumbuh.

 

“Ketahui dulu sampai kapan moms berencana akan menggendong bayi. Dari situ, moms dapat mengetahui jenis yang tepat untuk di beli. Pastikan juga, mencari gendongan bayi yang bahannya tidak gampang melar. Ini supaya posisi TICKS (Tight, In view all the times, Close enough for kiss, Keep chin on the chest, dan juga Supported back) tercapai,” jelas Wiena Pratasik.

 

3. Ada baiknya ibu mencoba gendongan terlebih dulu

Ketika akan membeli gendongan, moms sebaiknya membawa serta bayi untuk mencobanya. Pastikan bayi nyaman saat berada di dalam gendongan. Moms pun juga harus merasa mantap dan nyaman. Moms harus mencoba posisi berdiri, berjalan, beraktivitas, dan duduk dengan menggunakan gendongan bayi tersebut. Kalau merasa nyaman dan mantap, berarti gendongan bayi tersebut bisa segera di beli, aplagi kalau diskon J.

Bila mom memilih gendongan bayi tipeĀ meh dai,Ā cek kertersediaan bantalan yang dapat menopang kepala dan leher. Pastikan juga dudukan bayi kokoh serta lubang kaki harus lebih besar dari ukuran paha si kecil. Ini supaya menghindari terjadinya lecet di daerah kaki bayi.

Lalu, bagaimana kalau moms membeli gendongan bayi secaraĀ online? “Sebaikny, moms berkonsultasi dengan admin seller gendongan tersebut menghindari ketidak cocokan.”

4. Pilihlah gendongan bayi dari bahan yang berkualitas

Ingat, bayi yang berusia di bawah 1 tahun memiliki kulit yang sangat sensitif. Tidak heran jika moms memilih bahan yang salah untuk gendongan, kulit si kecil bisa merah-merah atau iritasi. Pastikan untuk membeli gendongan bayi yang bahannya ramah terhadap kulit bayi. Selain itu, pilihlah bahan yang tidak terlalu panas.

Ini karena umumnya bayi akan lama berada di gendongan. Bila bahan gendongan sangat panas, bayi akan mudah berkeringat, rewel, bahkan mengalami kesulitan bernapas. Supaya itu tidak terjadi, moms juga harus mengeluarkan bayi dari gendongan ketika sudah terasa panas. Ini supaya si kecil tidak kegerahan dan rewel. Bahan berkualitas umumnya juga lebih kuat menopang berat tubuh bayi.

“Lebih baik moms memastikan bahan gendongan tersebut sudah memenuhi TICKS. Disarankan untuk tidak membeli barangĀ secondĀ ataupun KW. Ini karena kita tidak mengetahui kondisi kualitas bahannya. Jangan sampai bahan gendongan sudah tidak layak pakai,” ungkap Wiena Pratasik.

 

5. Ketahui dulu cara pemakaiannya sebelum membeli gendongan

Setiap gendongan bayi, punya cara pemakaian masing-masing. Sebelum yakin membelinya, sebaiknya ibu bertanya terlebih dulu untuk cara pemakaian. Beberapa gendongan bayi sepertiĀ baby wrapĀ punya banyak cara untuk menggendong bayi. Umumnya, gendongan bayi yang baik akan menyertakan buku panduan untuk menggendong. Bila tidak ada, moms bisa menanyakan caranya terlebih dulu ke petugas toko atau melihat videoĀ tutorial-nya.

“Jangan malas untuk melihat bukuĀ manualĀ dan cara pemakaian produk gendongan bayi yang di incar. Dari situ, moms bisa mengetahui posisi menggendong yang tepat.

 

Moms Masih Cemas Memakai Gendongan Bayi? Momaz Gendongan bayi modern yang melahirkan Gendongan praktis tanpa lilit, terdiri dari kain katun yang di bentuk melingkar sesuai dengan ukuran badan ibunya/penggendong, material supersoft dan desain yang unik yang akan menjadi hadiah terindah untuk buah hati, orangtuapun akan menyukai keserbagunaan nya, ini yang membuat MOMAZ pilihan no 1 di Indonesia.

Momaz memiliki beragam pilihan gendongan jenis wrap dari Lite Series Sampai Exclusive Series dengan bergam motif nih mom.

Jadi langsung cek aja ya produkā€ best seller kita tersedia di Marketplace Kesayangan nya Moms nih.

 

Related Post