4 Manfaat Self Healing dalam Mengasuh Anak, Bunda Jadi Lebih Sabar Lho

Ā 4 Manfaat Self Healing dalam Mengasuh Anak, Bunda Jadi Lebih Sabar Lho

 

self-healing

Menjadi orangtua adalah sebuah anugerah yang membahagiakan. Namun dalam praktiknya tidak selamanya mudah. Banyak tantangan yang dihadapi, paling penting adalah berlatihĀ sabarĀ dan menjaga emosi. Bunda harus jauh dari stres agar dapat menularkan energi positif tersebut pada anak.

Nah, bagaimana agar emosi tetap terjaga saat merawat Si Kecil? Bunda harus bisa melalukanĀ self healing. Yaitu metode menyembuhkan dan menenangkan diri sendiri agar terbebas dari berbagai penyakit khususnya psikologis. Dengan melakukanĀ self healingĀ akan memberikan efek ketenangan hati dan pikiran.

Melansir dari laman Definitions, self healing berarti proses pemulihan yang di motivasi dan di arahkan oleh naluri pasien itu sendiri. Meskipun terlihat mudah karena sifatnya yang spontan dan alami, namun metode self healing ini sudah di buktikan selama ratusan tahun untuk melengkapi penyembuhan medis. Terapi ini memberikan sinyal ke otak bahwa tubuh segera sembuh, otak menyampaikan ke organ lainnya.

Dalam peranan sebagai orangtua metode ini tentu sangat sesuai agar menjadikan Bunda orangtua yang semakin hebat. Contohnya saat Bunda mengalami putus asa karena sulitnya masa menyusui, bahkan mengalami penyakit seperti mastitis, semua bisa dengan mudah di lewati jika bunda mencoba melakukan self healing. Dengan begitu, bayi Bunda juga akan merasakan sendiri semangat sang ibu sehingga dapat menambah erat hubungan ibu dan anak.

ā€œSejarah sering terulang kembali. Penelitian telah dengan jelas menunjukkan bahwa keterikatan anak-anak kita akan di pengaruhi oleh apa yang terjadi pada kita ketika kita masih muda jika kita tidak datang untuk memproses dan memahami pengalaman itu.ā€ kata Dan Siegel, di kutip dari laman Ahaparenting.

Anak tidak butuh kesempurnaan dari orangtua mereka. Yang perlu kita lakukan adalah menghindari menyakiti mereka, dan menawarkan kepada mereka hal-hal menyenangkan dan selalu ada inilah yang di lakukan orangtua hebat. Tidak perlu sempurna namun merangkul, mendekap, membelai, dan selalu ada saat mereka butuh.

Namun hal ini sulit untuk dilakukan secara konsisten karena kebanyakan dari kita sering tidak sabar dalam menghadapi kelakuan Si Kecil. Tenang hal ini wajar Bunda, yuk terus belajar jadi orangtua terbaik untuk Si Kecil. Untuk itu, Bubun udah rangkum nih cara menerapkanĀ self healingĀ agar berpengaruh pada pengasuhan anak yang lebih baik, dilansir dari lamaĀ Aha Parenting.Ā YukĀ simak Bunda.

  1. Kesadaran penuh

Langkah pertama Bunda harus sadar betul bahwa anak belum tahu salah dan benar. Inilah yang menjadi tugas kita sebagai orangtua. Di bandingkan dengan berteriak dan memarahi, menjelaskan dengan suara lembut dan kata-kata yang mudah di pahami adalah cara terbaik. Bunda, benar hal ini tidak mudah karena bisa jadi Bunda mengalami hal ini juga di masa lalu dan tidak mendapatkan perlakuan semestinya, sehingga mendorong Bunda melakukan hal yang sama pada Si Kecil.

Kini, Bunda bisa mengambil napas terlebih dahulu, jika sudah tenang ajak anak duduk sentuh dengan lembut dan beri penjelasan pada mereka tentang hal yang ingin diketahuinya. Jika sudah memilih cara seperti ini, Bunda telah melakukanĀ self healingĀ dengan baik, lakukan terus menerus sehingga menjadi kebiasaan ya Bunda.

  1. Berhenti untuk mengulang sejarah

Apa yang di lihat anak akan menjadikan dirinya di masa depan. Tidakkah Bunda sadar hal itu? Bunda harus berusaha berhenti mengulang sejarah. Saat Bunda marah tidak menutup kemungkinan Si Kecil akan menjadi pemarahĀ juga nanti kepada anaknya. Stop untuk melakukan hal ini. Bunda bisa melakukannya dengan metodeĀ self healing.

Tarik napas dalam-dalam berhenti sejenak, sadarkan diri saat ingin marah, jika masih belum bisa mengontrol, Bunda bisa memilih menjauh keluar sebentar untuk menenangkan diri, sehingga tidak mengeluarkan kata-kata dengan nada tinggi kepada Si Kecil. Jangan malu, karena Bunda sedang mencontohkan kepada anak cara manajemen amarah yang baik. Malu lah ketika harus marah-marah di depan anak.

  1. Berkaca dari masa lalu diri sendiri

Jika memiliki masa kecil yang menyakitkan, Bunda tidak bisa mengubahnya. Hal yang bisa di ubah adalah apa yang akhirnya di pilih untuk dibawa ke masa kini dari pengalaman masa lalu. Lakukan dengan merefleksikannya, merasakan perasaan menyakitkan, namun tentunya dengan sudut pandang baru sebagai orang dewasa. Menerima masa lalu membuat Bunda terbebas dari perasaan negatif, ini adalah satu-satunya cara agar dapat menjadi orangtua hebat untuk Si Kecil Bunda.

Related Post